Tampilkan postingan dengan label Perekonomian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perekonomian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juli 2012

Cara Membuat Mendoan


Pagenjahan adalah sebuah desa kecil yang termasuk dalam wilayah kelurahan Kalierang Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Rata - rata penduduk desa Pagenjahan adalah petani. Sebagian penduduk memiliki kegiatan berupa: produksi Emping Mlinjo, Tempe, dll. Pembuatan Emping Mlinjo menjadi kegiatan yang hampir merata di setiap rumah, sehingga desa Pagenjahan terkenal sebagai sentra produksi Emping Mlinjo. Selain Emping Mlinjo sebagian penduduk juga memproduksi tempe, yang banyak diolah menjadi berbagai jenis makanan, baik digoreng, dibacem maupun disayur dan dicampurkan pada masakan lain. Salah satunya adalah dibuat menjadi Mendoan.

Mendoan adalah sejenis masakan yang terbuat dari tempe yang tipis, dan digoreng dengan adonan tepung sehingga rasanya gurih dan nikmat. Umumnya di wilayah Pagenjahan , mendoan dibuat dari tempe biasa yang diiris tipis-tipis namun lebar. tetapi mendoan juga dapat dibuat dari jenis tempe bungkus yang lebar tipis, satu atau dua lembar perbungkus. Dalam membuat gorengan tempe harus kering, tetapi untuk membuat tempe mendoan yang lebih nikmat adalah tidak terlalu kering. Lebih nikmat tempe mendoan ini di makan rame-rame Enak disantap saat masih hangat, apalagi makannya pake cabe rawit.
Bahan Utama untuk membuat Mendoan adalah Tempe, bias juga dicampur dengan Dage. Jadi ada Mendoan Tempe dan Mendoan Dage.
Tempe adalah Produk yang dihasilkan melalui proses bioteknologi sederhana (fermentasi) Makanan tradisional yang sangat populer di Indonesia, terutama di kalangan masyarakat Jawa, dan ditengarai sudah ada sejak masa pemerintahan Sultan Agung, tahun 1600-an Tempe itu bisa disayur, bisa pula digoreng dengan tepung.
Bahan baku tempe umumnya kedelai, namun selain itu, dikenal juga bahan-bahan baku lainnya, seperti:
1 . Ampas kelapa untuk membuat Dage
Dage adalah makanan sebagai varian tempe dengan campuran material kelapa. Dage pada umumnya makan makanan kecil atau sarapan yang ditemani oleh cabai rawit . Makanan ini biasanya dijual dengan cara digoreng dage bersama dengan menggoreng makanan lainnya seperti Mendoan Tempe, pisang goreng, goreng ubi dan lain-lain . Pembuatannya tak jauh berbeda dari pembuatan tempe kedelai. Dibersihkan,dikukus, lalu diberi laru agar terjadi fermentasi. Tempe jenis ini umumnya bisa disayur, bisa pula digoreng dengan tepung.Di pasar-pasar, penjual menjajakan dage mentah. Di warung-warung, dage goreng disajikan berdampingan dengan gorengan lain seperti pisang, ketela, mendoan, dan tahu
2. ampas tahu untuk membuat tempe gembus, randem
Tempe Gembus atau Randem merupakan tempe yang dibuat dari ampas tahu, kadang-kadang dicampur dengan dedak halus/ampas kelapa segar. Seperti diketahui, tahu dibuat dari sari kedelai yang telah digiling secara basah, kemudian disaring dan diperas. Ampas sisa proses penyaringan dan pemerasan tersebutlah yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan tempe gembus atau Randem/Kempong. Bahan tersebut masih kaya akan minyak, sehingga mempunyai rasa gurih. Meski berasal dari ampas tahu
3. ampas kacang untuk membuat tempe bongkrek
4. biji kecipir untuk membuat tempe kecipir,
5. biji petai cina jenis lamtoro untuk membuat tempe mlanding / tempe lamtoro
6. biji benguk untuk membuat tempe benguk.
Namun di antara semua jenis bahan itu, tampaknya, tempe kedelai lah yang paling digemari masyarakat.
Fermentasi pada tempe kedelai dapat menghilangkan bau langu dari kedelai yang disebabkan oleh aktivitas dari enzim lipoksigenase. Jamur yang berperanan dalam proses fermentasi tersebut adalah Rhizopus oligosporus. Secara kuantitatif, nilai gizi tempe sedikit lebih rendah daripada nilai gizi kedelai. Namun secara kualitatif nilai gizi tempe lebih tinggi karena tempe mempunyai nilai cerna yang lebih baik. Hal ini disebabkan kadar protein yang larut dalam air akan meningkat akibat aktivitas enzim proteolitik.
Proses Pembuatan tempe tidak memerlukan tempat khusus, hanya membutuhkan tempat yang cukup luas. Dalam pembuatan tempe yang diperlukan adalah bahan utama yaitu kedelai yang berkwalitas baik Selain bahan, diperlukan perlatan yang bersifat sederhana berupa panci besar atau Drum untuk merebus, kemudian Widig / anyaman dari bambu , untuk menampung kedelai yang siap dibungkus
Proses Pembuatan Tempe
 Bahan :
1.Kedelai
2.Ragi tempe / laru
3.daun pisang atau plastik
 cara :
1. Pertama kedelai dimasak / digodok dalam air sampai mendidih dan matang / lunak. Kemudian Cuci kedelai tersebut sampai bersih
2.langkah berikutnya mengupas kulitnya sehingga tampak putih bersih
3. Selanjutnya bilaslah kedelai tersebut dengan air bersih dan biarkan beberapa saat supaya airnya tuntas dan kedelai jadi kering
4.Jika kedelai sudah kering taburilah dengan ragi tempe sampai rata kemudian dibungkus dengan daun pisang atau plastik yang dilubangi lalu diletakkan di atas widig / anyaman bambu di tempat yang teduh dan lembab selama kurang lebih 3 hari
5.Jika selama penyimpanan tersebut keluar jamur – jamur agak lembut dan warnanya kelabu maka berarti pembuatan tempe sudah jadi
Cara Membuat Mendoan :
Sebelum membuat mendoan, harus disiapkan dulu adonannya.Bahan untuk membuat adonan yaitu
• 300 g tempe/ dage, iris lebar tipis 10x15 cm
• tepung terigu protein sedang 100 gram
• tepung beras 75 gram
• air/santan 300 ml
Bumbu Halus Adonan Dasar Mendoan :
• bawang putih 2 siung/kemiri 2 butir
• kunyit 1/2 cm
• ketumbar 1/4 sendok teh
• garam secukupnya
• minyak goreng
Haluskan:
• 2 siung bawang putih
• 1 butir bawang merah
• 1 sdt ketumbar
• ½ sdt merica butiran
• 2 sdt garam
Cara :
• Aduk tepung dengan bumbu halus, daun bawang, dan air hingga rata.
• Celupkan tiap potongan tempe dalam adonan tepung.
• Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga adonan tepung membeku tetapi belum mengeras ( Mendo ), matang tetapi tidak kuning atau kering. Angkat, tiriskan.
• Sajikan hangat dengan cabe atau sambal kecap rawit.

CARA MEMBUAT REBANA


Selamat Datang di Desa Kaliwadas Bumiayu

Memasuki desa Kaliwadas hampir di setiap rumah dapat kita jumpai para pengrajin Rebana atau Terbang Kencer. Desa Kaliwadas merupakan sentra produksi Rebana di Kecamatan Bumiayu.
Rebana menjadi mata pencaharian mereka sebagai industri rumah tangga, dan pada umumnya dikerjakan oleh anggota keluarganya sendiri. Bagaimanakah cara untuk membuat Rebana, memproduksi dan memasarkan Rebana, serta apa saja hambatan - hambatannya ?

1. Bahan – Bahan
Untuk membuat rebana diperlukan bahan dasar dan bahan tambahan.
Adapun bahan dasar pembuatan rebana adalah kulit kambing dan kayu. Jenis kayu
yang digunakan antara lain :
- kayu mangga
- kayu karet
- kayu asem
- kayu hujan
Sedangkan bahan tambahan pembuatan Rebana yang tidak kalah penting adalah :
a. Kapur
Dipakai sebagai campuran air unttuk merendam kulit yang berfungsi untuk
merontokkan bulu kulit kambing sampai benar – benar bersih tidak ada
kulitnya
b. Oker ( cat )
Tepung oker yang telah dicampur dengan pengencer ( minyak cat )
berfungsi sebagai cat
c. Minyak cat ( pengencer )
Terdiri atas sangka dan senderlak yang telah dicampur dengan bensin.
Bahan ini sebagai bahan tambahan utama yang berfungsi untuk mencampur
atau mengencerkan bahan tambahan lainnya
d. Dempul
Tepung dempul yang telah dicampur dengan minyak cat berfungsi untuk
meratakan permukaan kayu sehingga permukaaan kayu menjadi halus
e. Seng wit
Sengwit mempunyai 2 ( dua ) fungsi yaitu :
1). Sengwit yang dicampur dengan minyak cat digunakan untuk mengecet
bagian dalam
2). Sengwit yang dicampur air dingin dipakai untuk memutihkan kulit

f. Folitur / Sirlak
Terdiri atas Sirlak dan Spirtus yang berfungsi untuk mengkilapkan
pengecetan
g. Brown ( cat mas )
Tepung Brown ini dicampur dengan mengenceri bahan, ini dipakai
untuk hiasan
h. Belanga hitam
Dicampur dengan mengenceri bahan, ini digunakan untuk memberi
warna hitam pada kulit untuk lembaran
i. Lilin malam
Dipakai untuk melicinkan kluwung dan kulit pada saat pewangkisan

2. Peralatan
Adapun peralatan yang digunakan antara lain :
a. Mesin bubut
Dipakai untuk membuat menjadi kluwung
b. Gaman
Mempunyai 3 bentuk yang berbeda begitu pula fungsinya :
1). Pipih
Gunanya melubangi kluwung untuk tenpat kericik
2). Runcing lurus
Gunanya untuk membentuk kayu bawah dalam
3). Runcing bentuk arit kecil
c. Sugu
Digunakan untuk memperhalus bentuk kluwung
d. Alat wingkisan dan Pancir
Gunanya untuk meletakkan dan mengencangkan kulit pada kluwung
e. Kompor kecil khusus
Untuk menguatkan kluwung dengan cara membakar kluwung diatas
kompor kecil tersebut
f. Kertas amplas
Digunakan untuk mengamplas kayu dempulan atau bulu yang
masih menempel di kulit
g. Batu apung dan air
Digunakan untuk menghilangkan gaji / lemak yang masih
menempel pada kulit
h. Palu kecil

Fungsi palu kecil :
1). Untuk merekat kulit pada kluwung
2). Untuk merekatkan timbel atau timah biasa pada rebana , jika memakai
timah hias atau timbel
i. Paku payung
Untuk penghias pinggiran kayu sebagai pengganti timbel atau timah hias
j. Kericik
Sebagai penghias atau bunyi rebana
k. Timah atau Timbel
Untuk menghias rebana jika diperlukan

3. Proses Pembuatan

Pertama potonglah kayu dibubut dengan menggunakan mesin bubut
dan gaman sehingga membentuk kluwung . kemudian diperindah bentuknya
dengan mengunakan sugu, setelah halus kluwung dijemur selama beberapa hari
sampai benar – benar kering supaya kalau diamplas cepat halus dan memperindah
rebana, lalu dipanaskan dibakar diatas kompor agar permukaan kluwung tampak
lebih halus. Kemudian kluwung diamplas dan dilapisi dengan oker tipis sebagai
dasarnya kemudian dijemur atau dikeringkan di bawah terik matahari
Setelah oker mengering kluwung dikuliti, diwangkis dengan
menggunakan wingkisan dan pancir , sebelum diwangkis kluwung diolesi dengan
lilin malam sehingga kulit mudah ditarik, kulit yang telah dibasahi air diletakkan
pada kluwung dengan menggunakan kawat dan dikaitkan erat – erat pada kawat
yang terdapat pada alat wingkisan. Setelah dikuatkan rebana dijemur bersama
wingkisan tersebut, setelah kering dikuatkan lagi dan akhirnya dipaku dengan
menggunakan ” prepetan ” kulit yang tidak terpakai dipotong sehingga bentuk
rebana menjadi rapi
Agar kelihatan halus rebana didempul dan diamplas setelah kering
bagian rebana dilapisi sengwit yang telah dicampur dengan bahan pengencer,
sedangkan untuk bagian luarnya di cat dengan dilapisi oker yang berbeda dengan
warna oker atas rebana
Setelah oker kering , rebana disirsakan atau diplistur agar lebih
mengkilap kemudian rebana dijemur sampai kering di bawah terik matahari, lalu
diberi warna brown atau emas antara bagian atas dan alas ,. Untuk pinggiran
rebana dipasang potongan kulit yang yang dicat hitam dalam belanga dengan
menggunakan paku payung atau timbel dan paku
Untuk proses terakhir , kericik dipasang pada lubang yang terdapat
pada pinggiran rebana yang telah dibuat khusus, masing – masing lubang
dipasang 2 ( dua ) kericik

B. Sistem Pemasaran

1. Harga

Pemasaran rebana hasil produksi home industri di desa Kaliwadas dibagi
dalam 3 ( tiga ) kelompok tergantung pada jenis dan jumlah rebana tiap setnya,
ketiga kelompok tersebut yaitu :
a. Rebana untuk Qosidah mencapai Rp. 100.000,- - Rp. 300.000,- perset sebanyak 4 biji
b. Rebana unutk kesenian Rudad atau Hadrah mencapai Rp . 1000.000,- perset sebanyak 4 biji
c. Drum Band mencapai Rp 1.000.000,- - Rp. 3.000.000,- perset
Sedangkan alat – alat musik seperti Ketipung, Kendang, Tamborin dan yang lainnya dijual dengan harga bervariasi antara ratusan ribu sampai jutaan rupiah

2. Pemasaran Dan Transportasi

Cara pemasarannya , ada yang langsung dikirim ke luar kota ataupun dipasarkan
atau dijual di rumah dengan membangun sebuah toko sendiri
Dalam pengiriman barang atau transportasi di sini mereka menggunakan
angkutan mobil sendiri. Di antara beberapa pengusaha Rebana yang sudah memiliki
angkutan sendiri seperti mobil box ataupun mobil pribadi, tetapi bagi mereka yang
belum mempunyai mobil angkutan sendiri pengangkutan atau pengiriman
barangnya dengan menyewa mobil
Seperti dijelaskan di atas bahwa pemasaran rebana di dalam dan di luar
negeri . Untuk di dalam negeri ada berbagai cara antara lain dengan menjual secara
langsung melalui toko – toko yang dikelola secara sederhana sedangkan untuk
pemasaran di luar kota diangkut dengan mobil – mobil box milik pribadi maupun
mobil –mobil sewaan

C. Daerah Pemasaran

Adapun daerah pemasaran rebana hasil kerajinan rebana di Kaliwadas sudah
cukup luas seperti : Purwokerto, Wonosobo, Magelang, Semarang, Surakarta, Jakarta,
Surabaya, Yogyakarta dan daerah lainnya di dalam negeri, bahkan saat ini sudah dirintis
sampai ke luar negeri seperti : Singapura, Malaysia dan Brunai
Itulah kegiatan pemasaran yang dilakukan sampai sekarang dapat berjalan
dengan lancar

D. Hambatan - Hambatan

Faktor penghambat pembuatan Rebana antara lain apabila musim penghujan
Di mana huja tiada reda maka pengrajin Rebana kecewa karena menghambat pekerjaan
mereka dan hasil rebana pun tidak sebagus hasil Rebana pada musim panas
Hal ini disebabkan karena tidak dapat menjemur kulit Rebana dengan
sempurna, dan proses pengeringan hasil politur dengan baik karena proses pengeringan
politur dan penjemuran kulit memerlukan sinar matahari secara langsung