Minggu, 08 Juli 2012

CARA MEMBUAT REBANA


Selamat Datang di Desa Kaliwadas Bumiayu

Memasuki desa Kaliwadas hampir di setiap rumah dapat kita jumpai para pengrajin Rebana atau Terbang Kencer. Desa Kaliwadas merupakan sentra produksi Rebana di Kecamatan Bumiayu.
Rebana menjadi mata pencaharian mereka sebagai industri rumah tangga, dan pada umumnya dikerjakan oleh anggota keluarganya sendiri. Bagaimanakah cara untuk membuat Rebana, memproduksi dan memasarkan Rebana, serta apa saja hambatan - hambatannya ?

1. Bahan – Bahan
Untuk membuat rebana diperlukan bahan dasar dan bahan tambahan.
Adapun bahan dasar pembuatan rebana adalah kulit kambing dan kayu. Jenis kayu
yang digunakan antara lain :
- kayu mangga
- kayu karet
- kayu asem
- kayu hujan
Sedangkan bahan tambahan pembuatan Rebana yang tidak kalah penting adalah :
a. Kapur
Dipakai sebagai campuran air unttuk merendam kulit yang berfungsi untuk
merontokkan bulu kulit kambing sampai benar – benar bersih tidak ada
kulitnya
b. Oker ( cat )
Tepung oker yang telah dicampur dengan pengencer ( minyak cat )
berfungsi sebagai cat
c. Minyak cat ( pengencer )
Terdiri atas sangka dan senderlak yang telah dicampur dengan bensin.
Bahan ini sebagai bahan tambahan utama yang berfungsi untuk mencampur
atau mengencerkan bahan tambahan lainnya
d. Dempul
Tepung dempul yang telah dicampur dengan minyak cat berfungsi untuk
meratakan permukaan kayu sehingga permukaaan kayu menjadi halus
e. Seng wit
Sengwit mempunyai 2 ( dua ) fungsi yaitu :
1). Sengwit yang dicampur dengan minyak cat digunakan untuk mengecet
bagian dalam
2). Sengwit yang dicampur air dingin dipakai untuk memutihkan kulit

f. Folitur / Sirlak
Terdiri atas Sirlak dan Spirtus yang berfungsi untuk mengkilapkan
pengecetan
g. Brown ( cat mas )
Tepung Brown ini dicampur dengan mengenceri bahan, ini dipakai
untuk hiasan
h. Belanga hitam
Dicampur dengan mengenceri bahan, ini digunakan untuk memberi
warna hitam pada kulit untuk lembaran
i. Lilin malam
Dipakai untuk melicinkan kluwung dan kulit pada saat pewangkisan

2. Peralatan
Adapun peralatan yang digunakan antara lain :
a. Mesin bubut
Dipakai untuk membuat menjadi kluwung
b. Gaman
Mempunyai 3 bentuk yang berbeda begitu pula fungsinya :
1). Pipih
Gunanya melubangi kluwung untuk tenpat kericik
2). Runcing lurus
Gunanya untuk membentuk kayu bawah dalam
3). Runcing bentuk arit kecil
c. Sugu
Digunakan untuk memperhalus bentuk kluwung
d. Alat wingkisan dan Pancir
Gunanya untuk meletakkan dan mengencangkan kulit pada kluwung
e. Kompor kecil khusus
Untuk menguatkan kluwung dengan cara membakar kluwung diatas
kompor kecil tersebut
f. Kertas amplas
Digunakan untuk mengamplas kayu dempulan atau bulu yang
masih menempel di kulit
g. Batu apung dan air
Digunakan untuk menghilangkan gaji / lemak yang masih
menempel pada kulit
h. Palu kecil

Fungsi palu kecil :
1). Untuk merekat kulit pada kluwung
2). Untuk merekatkan timbel atau timah biasa pada rebana , jika memakai
timah hias atau timbel
i. Paku payung
Untuk penghias pinggiran kayu sebagai pengganti timbel atau timah hias
j. Kericik
Sebagai penghias atau bunyi rebana
k. Timah atau Timbel
Untuk menghias rebana jika diperlukan

3. Proses Pembuatan

Pertama potonglah kayu dibubut dengan menggunakan mesin bubut
dan gaman sehingga membentuk kluwung . kemudian diperindah bentuknya
dengan mengunakan sugu, setelah halus kluwung dijemur selama beberapa hari
sampai benar – benar kering supaya kalau diamplas cepat halus dan memperindah
rebana, lalu dipanaskan dibakar diatas kompor agar permukaan kluwung tampak
lebih halus. Kemudian kluwung diamplas dan dilapisi dengan oker tipis sebagai
dasarnya kemudian dijemur atau dikeringkan di bawah terik matahari
Setelah oker mengering kluwung dikuliti, diwangkis dengan
menggunakan wingkisan dan pancir , sebelum diwangkis kluwung diolesi dengan
lilin malam sehingga kulit mudah ditarik, kulit yang telah dibasahi air diletakkan
pada kluwung dengan menggunakan kawat dan dikaitkan erat – erat pada kawat
yang terdapat pada alat wingkisan. Setelah dikuatkan rebana dijemur bersama
wingkisan tersebut, setelah kering dikuatkan lagi dan akhirnya dipaku dengan
menggunakan ” prepetan ” kulit yang tidak terpakai dipotong sehingga bentuk
rebana menjadi rapi
Agar kelihatan halus rebana didempul dan diamplas setelah kering
bagian rebana dilapisi sengwit yang telah dicampur dengan bahan pengencer,
sedangkan untuk bagian luarnya di cat dengan dilapisi oker yang berbeda dengan
warna oker atas rebana
Setelah oker kering , rebana disirsakan atau diplistur agar lebih
mengkilap kemudian rebana dijemur sampai kering di bawah terik matahari, lalu
diberi warna brown atau emas antara bagian atas dan alas ,. Untuk pinggiran
rebana dipasang potongan kulit yang yang dicat hitam dalam belanga dengan
menggunakan paku payung atau timbel dan paku
Untuk proses terakhir , kericik dipasang pada lubang yang terdapat
pada pinggiran rebana yang telah dibuat khusus, masing – masing lubang
dipasang 2 ( dua ) kericik

B. Sistem Pemasaran

1. Harga

Pemasaran rebana hasil produksi home industri di desa Kaliwadas dibagi
dalam 3 ( tiga ) kelompok tergantung pada jenis dan jumlah rebana tiap setnya,
ketiga kelompok tersebut yaitu :
a. Rebana untuk Qosidah mencapai Rp. 100.000,- - Rp. 300.000,- perset sebanyak 4 biji
b. Rebana unutk kesenian Rudad atau Hadrah mencapai Rp . 1000.000,- perset sebanyak 4 biji
c. Drum Band mencapai Rp 1.000.000,- - Rp. 3.000.000,- perset
Sedangkan alat – alat musik seperti Ketipung, Kendang, Tamborin dan yang lainnya dijual dengan harga bervariasi antara ratusan ribu sampai jutaan rupiah

2. Pemasaran Dan Transportasi

Cara pemasarannya , ada yang langsung dikirim ke luar kota ataupun dipasarkan
atau dijual di rumah dengan membangun sebuah toko sendiri
Dalam pengiriman barang atau transportasi di sini mereka menggunakan
angkutan mobil sendiri. Di antara beberapa pengusaha Rebana yang sudah memiliki
angkutan sendiri seperti mobil box ataupun mobil pribadi, tetapi bagi mereka yang
belum mempunyai mobil angkutan sendiri pengangkutan atau pengiriman
barangnya dengan menyewa mobil
Seperti dijelaskan di atas bahwa pemasaran rebana di dalam dan di luar
negeri . Untuk di dalam negeri ada berbagai cara antara lain dengan menjual secara
langsung melalui toko – toko yang dikelola secara sederhana sedangkan untuk
pemasaran di luar kota diangkut dengan mobil – mobil box milik pribadi maupun
mobil –mobil sewaan

C. Daerah Pemasaran

Adapun daerah pemasaran rebana hasil kerajinan rebana di Kaliwadas sudah
cukup luas seperti : Purwokerto, Wonosobo, Magelang, Semarang, Surakarta, Jakarta,
Surabaya, Yogyakarta dan daerah lainnya di dalam negeri, bahkan saat ini sudah dirintis
sampai ke luar negeri seperti : Singapura, Malaysia dan Brunai
Itulah kegiatan pemasaran yang dilakukan sampai sekarang dapat berjalan
dengan lancar

D. Hambatan - Hambatan

Faktor penghambat pembuatan Rebana antara lain apabila musim penghujan
Di mana huja tiada reda maka pengrajin Rebana kecewa karena menghambat pekerjaan
mereka dan hasil rebana pun tidak sebagus hasil Rebana pada musim panas
Hal ini disebabkan karena tidak dapat menjemur kulit Rebana dengan
sempurna, dan proses pengeringan hasil politur dengan baik karena proses pengeringan
politur dan penjemuran kulit memerlukan sinar matahari secara langsung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar